Beranda Pemerintahan Warga Lareh Sago Halaban Tuding Pemkab Limapuluh Kota Cuek | Newsumbar.com

Warga Lareh Sago Halaban Tuding Pemkab Limapuluh Kota Cuek | Newsumbar.com

1221
0
BERBAGI

Newsumbar.com, – Limapuluh Kota, Pemkab Limapuluh Kota dituding warga Kecamatan Lareh Sago Halaban tidak memiliki perhatian alias cuek terhadap kondisi fasilitas umum di daerahnya. Pasalnya mulai dari pengelolaan pasar, sampah, drainase, hingga kondisi jalan yang semakin hari semakin buruk, terutama dilokasi bencana galodo tahun 2010 silam , ironisnya meski sudah lama ada jalan rusak parah namun tak jua kunjung diperbaiki.

Dari pantauan tim Newsumbar.com saat turun kelokasi, ruas jalan yang mengalami kerusakan tersebut dirasakan sangat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Terlebih lokasi kerusakan tersebut adalah akses bagi masyarakat menuju pasar serikat tempat masyarakat dari segala penjuru menjalankan roda perekonomian.

“Kami sangat prihatin, tapi yaah, beginilah pak, kondisi jalan Raya di Kecamatan kami ini, kami tak mampu berbuat banyak” kata Feri (56), salah seorang warga setempat. “Padahal besar harapan kami tumpangkan kepada Bupati dan empat orang wakil putra daerah yang mewakili kami di DPRD, ditambah lagi Wakil Bupati yang juga orang kampung kami, semestinya mereka cepat tanggap dalam menangani kerusakan sarana umum ini, rasanya tak salah pula jika saat ini kami menagih janji-janji yang mereka sampaikan dalam visi misi saat kampanye dulu, jangan hanya sibuk dengan pencitraan dan konflik bagi-bagi kekuasan melulu” ungkapnya lagi.

 

Ditambahkannya, pada saat musim hujan seperti saat ini, bisa kita lihat sendirilah bagaimana sepanjang jalan digenangi air bagai kolam yang menyebabkan kerusakan jalan semakin bertambah parah, dimana lubang-lubang itu akan semakin dalam oleh aliran air hujan akibat tidak ada lagi banda-banda (drainase) disepanjang jalan raya tersebut. Contohnya lubang besar didekat Kantor Camat itu jelas sangat membahayakan penguna jalan dan kendaraan apa saja yang melintasi jalan ini, “masak mesti nunggu jatuh korban jiwa dulu baru di perbaiki” katanya.

Hal senada juga di sampaikan Walinagari Batu Payuang, Monfriadi. Kondisi ini sangat diperparah karena tidak adanya sistem drainase jalan, sehingga luapan air selalu menggerus bahu hingga badan jalan. Saya sudah pernah sampaikan melalui pemerintah daerah baik Camat maupun DPRD, termasuk perihal kesadaran masyarakat dalam memelihara kebersihan sampah yang berseliweran disepanjang jalan, namun belum mendapat respon yang memuaskan, ujarnya.

Kami sangat berharap kepada Pemerintah baik Provinsi maupun pusat, agar dapat turun kelapangan untuk melihat langsung dan memberikan perhatian terhadap sarana umum seperti jalan yang rusak parah di Kecamatan kami ini agar dapat melakukan tindakan perbaikan terhadap kerusakan tersebut, sebab dari kerusakan yang ada ini sangat berdampak luas bagi perekonomian masyarakat,” imbuhnya lagi.

Diwaktu yang sama Darman Sahladi juga menyampaikan, ia sudah mengusulkan melalui pokirnya untuk perbaikan jalan dari depan Polsek Luhak hingga depan Pasar Pakan Rabaa di tahun anggaran 2018 ini, termasuk untuk mengembalikan seluruh fungsi banda-banda (drainase) disepanjang jalan, kata salah satu Anggota DPRD Propinsi ini, saat dihubungi via telepon.

Terkait hal pengelolaan pasar Serikat yang berlokasi di Jorong Pakan Rabaa Kenagarian Batu Payuang, Monfriadi menyampaikan dalam waktu dekat ini kami selaku pemerintahan nagari akan melakukan pembenahan hingga penertiban, termasuk pedagang makanan yang sudah membangun lapak memakai badan jalan lintas propinsi ini, sekaligus kami akan merestrukturisasi kepengurusan pengelola pasar yang kebetulan memang sudah berakhir masa kerjanya agar tidak terus menjadi “liar” dan berpotensi melanggar aturan, tutupnya. (ay/01)

loading...

Leave a Reply