Beranda Kota Payakumbuh RSUD Adnaan WD Payakumbuh Buka Ruang Pelayanan Komplain Bagi Masyarakat

RSUD Adnaan WD Payakumbuh Buka Ruang Pelayanan Komplain Bagi Masyarakat

118
0
BERBAGI

Payakumbuh, Newsumbar.com – Pelayanan publik di Kota Payakumbuh terus berbenah menuju pelayanan prima, salah satunya pelayanan yang ada di RSUD Adnaan WD Kota Payakumbuh, demi memudahkan pelayanan pada masyarakat, Pihak RSUD Kota Payakumbuh membuka Layanan Kompalain yang bertujuan agar setiap permasalahan yang ada bisa ditindaklanjuti dengan segera.

Terutama tentang pelayanan rawat jalan, seperti Poliklinik yang tiap tahunnya melayani ratusan ribu pasien. Berdasarkan data tahun 2017, poliklinik RSUD dr Adnaan WD melayani pasien dengan jumlah total sebanyak 114.276 pasien, dengan rincian, 96.658 pasien pengguna kartu BPJS dan sebanyak 17.618 pasien dengan status umum.

“Dari catatan yang ada, sepanjang tahun 2017 lalu, RSUD Adnaan WD melayani hampir 112 ribu pasien rawat jalan, yang didominasi oleh pasien pengguna kartu BPJS, sedangkan tahun 2018 ini, data lengkapnya sedang kami garap,” kata dr.Yanti, MPH selaku Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Adnaan WD.

ia menambahkan, dari ribuan pasien yang kami layani tiap tahun pastinya mendapatkan pelayanan paripurna sebagaimana motto yang diusung RSUD dr Adnaan WD, yakni SMART (Senyum, Manusiawi, Aman, Ramah, dan Tepat).

“Namun, tidak dapat pula kami ingkari, masih ada keluhan dan kekurangan pelayanan agar kami terus berubah, dan berbenah kedepannya. Kami membuka unit pengaduan dan ruang komplain untuk mengatasi persoalan secepatnya,” timpal dr.Yanti.

Merujuk dari data Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dan Unit Layanan Pengaduan (ULP) dan Informasi yang dikepalai oleh Ns.Sulasmi, S.Kep bahwa, pengunjung cukup antusias mengeluhkan layanan kepada unit yang Ia pimpin.

Dokter yang baru menjabat satu tahun di RSUD dr Adnaan WD itu menambahkan, “untuk menjawab berbagai persoalan dan sistim antrian dimaksud, tentunya kita membutuhkan kehadiran teknologi digital yang mana dirumah sakit dikenal dengan SIMRS. Namun, saat ini kita akui juga keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).”

Sementara iti, dalam pengakuannya, dr.Efriza Naldi mendapat dukungan dari Riza Falepi, Walikota Payakumbuh, agar RSUD dr Adnaan WD segera mewujudkan SIMRS, dan bahkan kalau bisa RSUD dr Adnaan WD menjadi percontohan instansi lain dalam penerapan layanan berbasis teknologi.

Masih dalam keterangan dr.Efriza Naldi,Sp.OG untuk percepatan pembangunan SIMRS, bukan semudah membalikkan telapak tangan, tapi juga butuh perencanaan matang, serta anggaran yang memadai, dan pastinya bisa dikelola secara mandiri melalui SDM internal RSUD dr Adnaan WD, “kedepannya kami akan mencoba dan berusaha untuk mewujudkan layanan berbasis teknologi SIMRS tersebut, bekerjasama dengan Diskominfo,” tutupnya. (Ay/TIM)

loading...

Leave a Reply