Beranda Kota Payakumbuh Deklarasi Anti Pekat, Wako Riza Falepi Tabuh Genderang Perang Terhadap Maksiat

Deklarasi Anti Pekat, Wako Riza Falepi Tabuh Genderang Perang Terhadap Maksiat

25
0
BERBAGI

Payakumbuh, Newsumbar.com – Komitmen masyarakat payakumbuh bersama pemerintah daerah dalam membrantas Pekat (Penyakit Masyarakat), LGBT, Narkoba, Judi dan sejenisnya memang patut diacungkan jempol.

Hal tersebut terbukti saat ribuan orang masyarakat payakumbuh yang hadir di dalam Deklarasi Anti Pekat (Penyakit Masyarakat), LGBT, Narkoba, Judi dan sejenisnya di Lapangan Kubu Gadang, Senin (5/11)

Dipimpin Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, seluruh elemen masyarakat mendeklarasikan diri memerangi seluruh Penyakit Masyarakat (Pekat). Mulai hari ini, setiap jengkal Kota Payakumbuh diharamkan adanya Judi, Miras, Seks Bebas, LGBT, Narkoba dan perbuatan maksiat lainnya.

Rangkaian deklarasi yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dimulai dengan orasi-orasi dari tokoh masyarakat, forkopimda, walikota dan organisasi masyarakat Payakumbuh. Setelah itu, deklarasi dibacakan secara lantang oleh seluruh peserta aksi yang dikomandoi ketua KNPI Payakumbuh, Ahmad Ghani.

Usai pembacaan deklarasi, para tokoh Payakumbuh membubuhkan tanda tangan disehelai kain putih berukuran 2×5 meter. Ini bentuk petisi masyarakat menolak seluruh pekat seperti LGBT. narkoba, Free Seks, Judi, Minuman Keras dan lainnya.

Usai penandatanganan komitmen, peserta aksi langsung melakukan longmarch dari lapangan pacu kuda Kubu Gadang menuju Simpang Labuah Basilang dan terus kepasar Ibuah.

Kemudian, lurus ke simpang Tugu Adipura dan kembali lagi ke lapangan pacuan Kubu Gadang setelah melewati Plaza Payakumbuh dan RSUD Adnan WD Payakumbuh.

Ahmad Ghani selaku Ketua Panitia menuturkan deklarasi ini menjadi acuan bagi masyarakat Payakumbuh untuk mendorong legislatif dan eksekutif memperkuat perda akan penyakit masyarakat. Pasalnya, Kota Payakumbuh dari sisi geografis adalah kota persinggahan. Ini menjadikan kota Payakumbuh sangat rentan sebagai tempat untuk meninggalkan virus maksiat dari pendatang.

” Payakumbuh ini kota persinggahan. sangat berpotensi sebagai muara maksiat. Karena itulah kami berinisiatif untuk mendorong masyarakat, legislatif dan eksekutif Payakumbuh untuk serius melawan Pekat,” kata Ahmad Ghani.

Disampaikannya, tujuan deklarasi ini tidak lain menabuh perang terhadap seluruh Penyakit Masyarakat yang beberapa tahun terakhir meningkat tajam. Seperti halnya LBGT, Narkoba, Judi, dan seks bebas. Fenomena ini terus naik dari waktu ke waktu.

“Ini genderang perang terhadap maksiat. Fenomena prilaku yang merusak terus meningkat. Jika tidak diantisipasi dari sekarang, akibatnya akan fatal sekali,” jelasnya.

Sementara itu Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menyambut positif deklarasi ini. Prilaku seks bebas, judi, narkoba, minuman keras dan LBGT adalah budaya negatif yang berasal dari barat yang dibawa oleh perusak anak cucu indonesia dari luar negeri. Tidak ada budaya ini sebelumnya di Indonesia, Khususnya di Kota Payakumbuh.

“Ini adalah serangan terselubung yang menyerang mental anak bangsa. Jika mental sudah rusak, tidak akan ada lagi idealisme anak muda untuk membangun bangsa. Jadi cita-cita bangsa ini akan sirna dan hancurlah NKRI yang kita cintai ini,” kata Riza.

Dengan adanya aksi nyata seperti ini, Riza siap memimpin perang terhadap kemaksiatan. Dalam waktu dekat, dirinya akan membuat dan memperbaharui Perda Penyakit masyarakat. Agar ada landasan hukum dan aturan yang kuat untuk mempidanakan pelaku.

“Jadi nanti tidak hanya tipiring yang diberlakukan kepada mereka yang berbuat maksiat. Tapi akan masuk ke ranah pidana,” kata Riza.

Dengan hal itu, baik mereka yang menjual, meminum dan mengajak pesta minuman keras akan ditindak secara pidana. Hal serupa juga dilakukan untuk pelaku seks bebas dan LGBT. #lipsusbagprotokoler&dokumentasiSetdakoPayakumbuh

 

loading...

Leave a Reply