Beranda Kabupaten Agam Ratusan Tenaga Kerja Konstruksi Ikuti Sertifikasi dan Uji Kompetensi yang Digelar Gapensi...

Ratusan Tenaga Kerja Konstruksi Ikuti Sertifikasi dan Uji Kompetensi yang Digelar Gapensi Payakumbuh

23
0
BERBAGI

Payakumbuh, Newsumbar.com – Dalam rangka usaha pengembangan kapasitas tenaga kerja khsususnya bidang konstruksi untuk lebih mampu bersaing dan berdaya guna menghadapi tantangan dimasa akan datang, Badan Pimpinan Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Kota Payakumbuh sertifikasikan ratusan tenaga kerja pada Kamis (19/7).

Ada sekitar 150 tenaga kerja dari 5 daerah di Sumbar, yaitu Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar yang ikut sertifikasi dan ujian kompetensi antara kerja sama BPC Gapensi Kota Payakumbuh dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh.

“Sesuai dengan amanat UU nomor 2 tahun 2017 dimana tenaga kerja konstruksi harus bersertifikat dan merupakan kewajiban badan usaha. Apabila badan usaha tidak memperkerjakan tenaga kerja yang bersertifikasi maka badan usaha tersebut akan kenakan sanksi administrasi,”terang Amdoni Ketua BPC Gapensi Kota Payakumbuh dihadapan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Ketua LPJK Sumbar, Ketua BPD Gapensi Sumbar serta Kepala Dinas PURP 5 daerah, dikrektur perusahaan konstruksi serta ratusan tenaga kerja konstruksi.

Dengan adanya kompetensi tersebut, kata Amdoni, pekerja yang sudah kompeten sesuai sertifikat nantinya dengan mudah untuk bersaing pada bidang usaha jasa konstruksi secara nasional atapun internasional. “Sertifikasi ini penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja konstruksi. Mereka yang sudah bersertifikat berarti orang-orang yang sudah teruji dan tidak perlu diragukan lagi. Pekerja yang bersertifikat ini merupakan kewajiban yang dimiliki oleh setiap badan usaha konstruksi sesuai dengan UU nomor 2 tahun 2017,”terang Amdoni.

Sementara Deni Suryansah Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh dengan wilayah kerja meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau dan Kepri mengatakan, setiap pekerja pada bidang konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja. Begitu juga terhadap penyedia jasa konstruksi wajib memperkerjakan tenaga kerja yang sudah bersetifikat. “Kalau ini tidak diterapkan oleh penyedia jasa konstruksi atau badan usaha bisa dikenakan sanki. Salah satunya menghentikan sementara kegiatan layanan konstruksi yang sedang berlangsung,”ucap Deni.

Deni menjelaskan lebih jauh tentang uji kompetensi sertifikasi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) itu, nantinya akan menciptakan pekerja konstruksi yang profesional dan kompeten sesuai jabatan, memberikan jaminan bagi pekerja proyek konstruksi dan meningkatkan kualitas pekerja konstruksi dalam memasuki pasar kerja nasional.“Tenaga kerja konstruksi ini diuji langsung oleh assesor dan orang-orang ahli pada bidang konstuksi,”katanya.

Tenaga kerja yang mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi itu, meliputi bidang tukang kayu, tukang batu, tukang besi beton, tukang pasang pipa, juru ukur teknisi survey pemetaan, teknik instalasi penerangan, tukang las, operator alat berat, mandor serta pelaksana dan pengawas lapangan. (Ay/TIM)

loading...

Leave a Reply