Beranda Kota Payakumbuh Pembuatan Film Pendek Payakumbuh Kota Sehat oleh Kemenkes RI bersama Awak Media...

Pembuatan Film Pendek Payakumbuh Kota Sehat oleh Kemenkes RI bersama Awak Media Nasional

13
0
BERBAGI
Terkait Kota Sehat, Walikota Payakumbuh Riza Falepi paparkan kepada rombongan dari Kemenkes RI
Terkait Kota Sehat, Walikota Payakumbuh Riza Falepi paparkan kepada rombongan dari Kemenkes RI

Payakumbuh, Newsumbar.com — Konstribusi Pemko Payakumbuh dalam mendukung Program Indonesia Sehat, Program Indonesia Pintar dan Program Keluarga Sehat terbukti dengan ditetapkannnya Payakumbuh sebagai Kota Sehat dan telah meraih prediket Wistara untuk kelima kalinya.

Keberhasilan tersebut mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Pembina Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Cucuk Cakrawati bersama Biro PenYanmas, pendamping KKS Provinsi Sumatera Barat, Ahmad Mardanus dan beberapa awak media nasional. Terbukti dengan hadirnya kedua unsur tersebut di Payakumbuh untuk melakukan proses pembuatan film pendek terkait Payakumbuh sebagai Kota Sehat Indonesia, selama 3 hari kedepannnya.

Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Walikota Payakumbuh, pada Senin (07/05) berlangsung ekspose Kota Sehat oleh Walikota Payakumbuh, Riza Falepi terkait metode, trik, koordinasi dan kerjasama yang dilakukan Pemko Payakumbuh dengan unsur terkait, sehingga Payakumbuh dijuluki sebagai Kota Sehat dan mendapatkan prediket Wistara untuk kelima kalinya.

Pimpinan OPD dan Instansi Vertikal simak paparan materi dari Walikota, Kemenkes RI dan Ketua Forum KOta Sehat
Pimpinan OPD dan Instansi Vertikal simak paparan materi dari Walikota, Kemenkes RI dan Ketua Forum KOta Sehat

Kegiatan diawali dengan makan bersama usai shalat Dzuhur berjemaah di rumdin Walikota di kawasan Rasuna Said kelurahan Tiakar Kec. Payakumbuh Timur. Dimoderatori Kadinkes, Elzadaswarmen serta ditayangkan dengan infokus, Walikota Payakumbuh memaparkan bentuk kegiatan yang dilakukan Pemko Payakumbuh dalam meraih sukses nasional dan dikenal internasional ini.

“Kami hanya melanjutkan program yang baik dari Walikota sebelumnya, tepatnya kita mulai tahun 2012, lalu. Secara bersama dengan unsur terkait serta melibatkan instansi vertikal, kami melakukan penataan pemukiman sehat, lingkungan sehat, wisata sehat, pasar sehat bebas formalin, pangan sehat,” terang Riza Falepi.

“Semua program itu kami masukkan ke dalam misi Payakumbuh yang tertuang dalam RPJMD yang tertarget. Sebagai aksi tindak lanjut kami telah melakukan studi banding ke beberapa daerah dan negara maju guna kelancaran pelaksanaan program di kota yang hanya memiliki 5 kecamatan ini,” tambahnya.

“Adapun aksi yang kami lakukan secara terpadu berupa gerakan masyarakat sehat, bedah rumah tidak layak huni (bedah yang lama lahirkan rumah baru), mengganti jamban menjadi WC dan septiktank representatif secara bertahap, Adiwiyata, sekolah sehat, UKS, Adipura, Gerakan bebas ODF dan Stop BABS, pemeriksaan kesehatan (tes darah door to door) sanitary renvile, terapi anti rokok, pengolahan sampah dengan berkoordinasi bersama TPA regional Sumbar serta program SIKAT HABIS oleh dinas kesehatan dan jajarannnya. Semua program tersebut kita lakukan secara bersama dengan mengedepankan azas ABS/ABK,” tukuk Riza Falepi.

Mewakili Kementerian Kesehatan RI siang itu, Cucuk Cakrawati selaku Ketua Tim bersama rombongan menyampaikan apresiasi atas prestasi Payakumbuh yang telah berkonstribusi mengharumkan Indonesia.

“Meraih prediket Kota sehat dengan prediket Wistaranya yang kelima kali, bukan sebuah pekerjaan ringan. Hal itu dapat diraih Payakumbuh, warga Payakumbuh memenag hebat, terutama dalam koordinasi dan kerjasama. Atas prestasi itu, kami dari pusat akan membuat sebuah film pendek terkait prestasi ini dan pada tanggal 14 Mei 2018 ini, Walikota Payakumbuh akan menerima penghargaan Universal Health City,” apresiasi Cucuk.

Dengan keberhasilan ini, berarti Payakumbuh telah mengimplementasikan program Indonesia sehat yang terbagi atas 3 pilar, yakni 1). Penerapan paradigma sehat kepada warga kota dengan prinsip orang sehat selalu sehat dan orang sakit harus sehat, 2). Pemeliharaan dan melestarikan lingkungan sehat, dan 3). Implementasi paradigma sehat menjadi Germas. Semua itu telah menjadi Standar Pelayanan Minimal di Payakumbuh, berarti sudah total universal. Insya Allah, pimpinan kita akan hadir bersama kita, besok,” terangnya lagi.

Paparan terkait penerapan dan pelaksanaan kota sehat dipaparkan juga Ketua Forum Kota Sehat Payakumbuh, Indra Zahur Dt. Rajo Simarajo.

Dalam ekspose Walikota kepada rombongan Kemenkes dan awak media nasional, tampak hadir Sekdako, Asisten, Pimpinan OPD, Kepala Kankemenag, Camat se-Kota, Kepala MTsN 1 Payakumbuh, Pengurus FKS dan undangan lainnya.

Sebagaimana jadwal kunjungan tim kemenkes, dihari kedua dijadwalkan tim ini akan melakukan rekaman di beberapa hotel, pasar Ibuh, MTsN 1 Payakumbuh, KWT Sumber Rezeki, Asmen Roselia dan objek wisata Ngalau Indah.

Persiapan rekaman di MTsN 1 Payakumbuh. Terkait akan dilakukannya liputan dan rekaman pembuatan film pendek di MTsN 1 Payakumbuh, Kepala Kankemenag Asra Faber telah memerintahkan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah dan jajaran sebagai leading sector untuk mempersiapkan semua keperluan. Selain itu, Asra Faber juga memerintahkan pejabat bersama satu orang staf ikut hadir memeriahkan kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kesuksesan Payakumbuh adalah sukses kita bersama, termasuk rencana pembuatan film pendek di MTsN 1 Payakumbuh siang nanti. Inilah hebatnya Payakumbuh, kebersamaannya tak diragukan lagi. Semua unsur dilibatkan. Untuk kegiatan itu, kami sudah perintahkan pejabat dan jajaran seksi penmad sebagai leading sector,” terang singkat Asra Faber pada Selasa (08/05/2018) pagi di ruang kerjanya.(ay004)

loading...

Leave a Reply