Beranda Kota Bukittinggi Menderita Sakit Tiga Bulan Yang Lalu, Akhirnya Nyawa BITA Tak Terselamatkan

Menderita Sakit Tiga Bulan Yang Lalu, Akhirnya Nyawa BITA Tak Terselamatkan

24
0
BERBAGI

Bukittinggi – Bita seekor Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis) berkelamin betina yang merupakan salah satu koleksi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMS BK) atau Kebun Binatang Bukittinggi yang telah mengalami sakit semenjak 3 bulan yang lalu, pada Selasa (26/9) sekitar pukul 16.45 Wib. nyawanya tidak dapat tertolong.

Walikota Ramlan Nurmatias ketika mengetahui kematian gajah betina yang berusia 28 tahun ini langsung ke lapangan bersama Kadis.Lingkungan Hidup Supadria dan Kadis Pertanian Melwizardi, beliau mengatakan Bita sebelumnya telah menderita sakit lebih kurang sejak 3 bulan yang lalu dan telah dilakukan perawatan secra intensif namun kondisi fisiknya terus menurun.

“Bita ini semenjak 3 bulan yang lalu telah menderita sakit dan perkembangan kesehatnnya selalu dimonitor, dimana setiap minggu secara berkala Kabid. TMS BK selalu memberikan laporan tentang perkembangan kesehatannya, dan kita sudah lakukan segala upaya dan semaksimal mungkin penanganannya”, ujar Ramlan.

Ramlan juga mengatakan, perawatannya disamping dilakukan oleh 2 orang dokter hewan yang ada di TMS BK kita juga telah melibatkan dokter hewan yang ada pada Poskeswan serta dari Balai Veteriner Baso dan bahkan kita juga telah datangkan dokter hewan Wisnu Wardhana yang biasanya menangani kesehatan Gajah dari Jakarta, jadi kita sudah upayakan maksimal pengobatannya dan ternyata nyawanya juga tidak tertolong, dan tentunya kita juga sedih kehilangan Bita ini, tambah Ramlan.

Veraciko Polhut Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar saat ditemui di TMSBK juga membenarkan bahwa Bita telah mati pada Selasa pukul 16.45 Wib, beliau mengatakan sejak beberapa bulan yang lalu Gajah Bita ini mengalami sakit dan kondisinya terus menurun, untuk mengetahui penyebab kematiannya sebelum dikuburkan malam ini juga akan dilakukan Nekropsi (bedah bangkai) oleh 8 orang tim dokter dari Balai Veteriner (bvet) Baso, dokter hewan dari TMS BK sendiri serta dari Poskeswan, sebutnya.

Sementara itu menurut Ikbal Kabid.TMS BK mengatakan, ”Pembedahan yang dilakukan untuk mengambil sampel pada beberapa organ dalam dan cairan tubuh yang nantinya akan dilakukan penelitian lebih lanjut pada laboratorium Veteriner Baso dan nanti hasilnya akan diserahkan ke BKSDA Sumbar untuk diteruskan kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI”. Ujarnya.

Setelah selesai pembedahan Bita dikuburkan malam itu juga masih dikawasan Kebun Binatang yang dibantu penguburannya oleh Dinas Pekerjaan Umum Bukittinggi. (Ay)

Sumber : Website Pemko Bukittinggi (bukittinggi.go.id)

Leave a Reply