Beranda Advertorial LIPSUS : 2018, PDAM Payakumbuh Targetkan 1.500 Sambungan Pipa Khusus Bagi MBR

LIPSUS : 2018, PDAM Payakumbuh Targetkan 1.500 Sambungan Pipa Khusus Bagi MBR

34
0
BERBAGI
Kantor PDAM Kota Payakumbuh
Kantor PDAM Kota Payakumbuh

LIPUTAN KHUSUS PDAM KOTA PAYAKUMBUH

Payakumbuh, Newsumbar.com – Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat di Indonesia yang mendapatkan akses aman air minum, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan.

Join

Selama ini, air minum di wilayah perkotaan didistribusikan melalui jaringan perpipaan yang disalurkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) belum optimal dalam menyentuh layanan air minum bagi MBR. PDAM masih belum memprioritaskan untuk melakukan investasi berupa pemasangan pipa ke hunian MBR karena biayanya yang cukup besar. Di samping itu, minat MBR untuk menjadi pelanggan juga terkendala oleh daya beli yang rendah.

Namun demikian, seperti halnya, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga berhak menikmati sarana air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pada 2018 ini, Badan Usaha Milik Pemerintah Kota Payakumbuh tersebut menargetkan akan melakukan pemasangan sambungan jaringan bagi 1.500 MBR dengan menggunakan dana dari APBN Tahun 2018, sasaran dari program jelas dan tentunya khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang berdomisili di wilayah Kota Payakumbuh.

”Tahun 2018  ini,  guna untuk  percepatan layanan, kita menargetkan untuk pemasangan 1500 sambungan pipa khusus MBR, sasarannya jelas, untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah,” Ujar Direktur PDAM Payakumbuh, Herry Iswayudi didampingi Kabag Teknik, Salma Maizona, Kamis, (12/4) kepada kontributor Newsumbar.com diruang kerjanya.

Alhamdulillah, ini untuk keempat kalinya kita mendapat bantuan Hibah Air Minum dari Pemerintah Pusat (2014, 2015, 2016 dan 2018), di Tahun 2018 ini usulan yang kita ajukan melalui Minat Program Hibah Air Minum APBN Tahun 2018, ditujukan kepada Direktur Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” bebernya.

Tentunya, sebelum sambungan pipa dipasang, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, antara lain, PDAM akan melakukan survey awal dibantu oleh kader-kader yang berada di masing-masing kelurahan untuk memastikan bagi calon penerima , selanjutnya, setelah data terkumpul akan dikirimkan ke Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), setelah data diterima, Pihak Kementerian akan melakukan survey dan crosh cek lansung ke lokasi melalui Konsultan yang ditunjuk lansung oleh pihak Kementerian PUPR, jelas Salma menambahkan.

Setalah itu, akan dilakukan verifikasi (baseline survey) oleh perusahaan konsultan dari Jakarta yang ditunjuk oleh Kementerian Pekerjaan Umum. semuanya selesai barulah diberi tanda atau striker untuk keluarga yang berhak mendapatkan pemasagan sambungan pipa tersebut, jelas Salma.

“Kebetulan, hari ini, (Kamis,12/4) Tim Survey verifikasi dari pusat (Baseline Survey) baru selesai melakukan cros check ke lapangan, tadi singgah ke kantor dan pamit untuk balik lagi ke jakarta, setelah lebih kurang 2 minggu mereka di Payakumbuh”, ucap Salma.

Program sambungan pipa tersebut memang merupakan proyek regional yang fasilitasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah pipa terpasang pun masih ada tahapan yang harus dijalani.

Melalui program tersebut, Kementerian PUPR berupaya meningkatkan akses air minum bagi MBR. Sebab, distribusi air minum di perkotaan lewat jaringan pipa PDAM belum maksimal menjangkau warga. Terutama MBR yang menetap di kawasan pinggiran memiliki keterbatasan dalam daya beli.

PDAM memang belum memprioritaskan melakukan investasi berupa pemasangan pipa ke hunian MBR. Sebab, biayanya cukup besar. Belum lagi minat masyarakat tak mampu itu menjadi pelanggan juga minim karena daya beli rendah. Untuk mendapatkan dana hibah dari program itu, Pemerintah Daerah melalui PDAM disyaratkan melakukan investasi terlebih dahulu. Kemudian, dana yang terpakai akan diganti oleh dana APBN.

Proses pencairannya dilakukan setelah verifikasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Tim Teknis Kementerian PUPR bahwa MBR yang menerima bantuan program ini sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

Ke depan, Program Hibah Air Minum diharapkan menjadi program andalan yang bisa berkolaborasi dengan program lain dan dapat memberi manfaat yang dapat dirasakan secara nyata bagi MBR dalam hal peningkatan akses air minum, selain itu, program ini selaras dengan program PDAM Kota Payakumbuh, yakni dalam pencapaian 100 % akses air minum bagi seluruh masyarakat Kota Payakumbuh, disamping program-program reguler lainnya, Ucap Salma mengakhiri pembicaraan tersebut. (Ay/TIM)

loading...

Leave a Reply