Beranda Hukrim Kisah Pilu Darlina, Pembagian Raskin Berujung di Rumah Tahanan

Kisah Pilu Darlina, Pembagian Raskin Berujung di Rumah Tahanan

362
0
BERBAGI

Pasaman Barat | Newsumbar.com– Berawal dari menuntut pembagian jatah beras miskin ( Raskin) ke kantor wali nagari Persiapan IV Koto, Kecamatan Kinali, akhirnya Darlina (53), warga jorong IV Koto Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, harus merasakan dinginnya balik jeruji besi sejak Kamis (22/11) hingga Kamis malam(29/11).

Kapolsek Kinali AKP Syaiful Zubir, SH, MH, ketika dikonfirmasi awak media, (29/11) via seluler menyebutkan, bahwa Darlina diamankan kekantor Polisi karena kasus penganiayaan secara bersama-sama terhadap Sekretaris Nagari setempat, Davit Pernando (29 th).

Ia mengatakan, pada Kamis (22/11/2018) sekira pukul 10.30 WIB yang bertempat dikantor walinagari persiapan IV koto Jorong IV Koto Kecamatan Kinali telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama sama yang dilakukan oleh tersangka Dalina bersama anaknya Andi, terhadap David Fernando. Yang mana korban sedang membagikan beras miskin kemudian datanglah terlapor sambil marah marah lalu memukul korban dengan batu.

David mengalami luka robek sepanjang 3 cm, dibagian pelipis kiri, punggung memar. Kemudian korban melaporkan ke Polsek Kinali untuk diproses secara hukum.

Menurutnya, tersangka Darlina namanya tidak ada jatah raskin lagi, karena sudah diberikan jatahnya kepada anaknya. “Anaknya sudah diberi dua karung beras,” kata Syaiful.

Sebelum kasusnya dilaporkan ke polisi, kata Syaiful sudah diminta diselesaikan secara damai tapi pihak pelaku tidak mau. Anak tersangka atas nama Andi melarikan diri.

Salah seorang anak Darlina, Tety saat bertemu dengan wartawan di Simpang Empat mengatakan bahwa adiknya bernama Andi dikeroyok oleh 3 orang perangkat Nagari saat membela ibunya bernama Dalina.

“Andi dikeroyok oleh 3 orang perangkat Nagari termasuk david, melihat itu ibu saya mengambil batu dan memukul David. Yang herannya pada pembagian sebelumnya saya dan orang tua saya mendapatkan bantuan raskin tersebut namun sekarang tidak,” sebutnya.

Sementara itu, kuasa hukumnya, Kasmanedi, SH Cs, sangat menyayangkan kejadian pembagian beras miskin tersebut, sampai berujung pidana.

“Kalau penahanan/penangkapan tersangka buk Lina itu, kewenangan penyidik,namun yang kita sesalkan kenapa masalah pembagian beras Raskin jadi ribut dan berujung pidana. Padahal sebelumnya, buk Lina dapat jatah beras Raskin. Ini soal kepentingan perut dan hidup orang miskin,” sebut Kasman.

Dikatakan Kasmanedi, seharusnya kalau pihak nagari bijak, kasusnya tidak sampai ke kasus hukum, dan diselesaikan secara kekeluargaan dikantor nagari setempat sebab menyangkut kehidupan orang miskin. (De)

loading...

Leave a Reply