Beranda Kabupaten Limapuluh Kota Hasan Bocah Miskin Berprestasi Yang Butuh Uluran Tangan

Hasan Bocah Miskin Berprestasi Yang Butuh Uluran Tangan

68
0
BERBAGI

Newsumbar.com, Limapuluh Kota,-Hasan, 17, anak miskin yang berprestasi yang butuh uluran tangan, berasal dari Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota, anak pertama dari lima bersaudara ini ingin menggapai cita-cita sebagai penerbang tapi terkendala biaya pendidikan saat ingin melanjutkan ke SMK Penerbangan Nusantara (SPN) Padang Pariaman, Sumbar.

Tinggal dirumah sederhana hasil bantuan rehabilatasi rumah Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) beberapa waktu lalu, Hasan tinggal bersama ayah, ibu, nenek dan empat orang adiknya, Ayahnya, Ardi bekerja hanya sebagai buruh tani serabutan, dengan hasil inilah dia menopang kehidupan keluarga nya, sementara Ibu nya Yenti sehari-hari bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga.

Berpendidikan sekolah dasar, kedua orang tua ini beruntung memiliki anak yang cerdas dan tekun belajar. Juara kelas dengan nilai terbaik menjadi ciri khas Hasan. Anak sulung ini sejak Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Sikabu-kabu Tanjuang Haro, hingga pondok pesantren Darul Funun El Abasiyah, Hasan selalu juara kelas.

Bahkan  diakhir pendidikan SLTP nya di Darul Funun El Abasyiah, Hasan mampu lulus terbaik dengan nilai rata-rata diatas angka delapan. Mencoba lanjutkan pendidikan ke SMK, sebab ingin segera memiliki keahlian, Hasan terbentur biaya melanjutkan pendidikannya.

“Hasan membutuhkan uang untuk mendaftar ulang sekitar mendekati Rp 13 juta. Sayang keluarganya yang tergolong keluarga kurang mampu tidak sanggup membayar uang sebanyak itu,kasihan kita dengan anak ini,”ucap Kepala Jorong Sikabu-kabu, Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang, Nofrizal kepada Newsumbar Senin(19/3).

Melihat prestasi anak ini dan kemauannya untuk terus melanjutkan pendidikan, membuat Kepala Jorong  ikut prihatin dan berupaya membantu mencarikan solusinya.

“Harapan kita, Hasan tidak patah arang dan tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Namun kita juga tidak bisa berbuat banyak untuk bisa memberikan bantuannya,”sebut Nofrizal sangat berharap ada uluran tangan dermawan untuk membantu anak  cerdas dari keluarga miskin ini.

Sementara sang Ayah, Ardi Kancia, 43, mengaku uang belasan juta itu sangat besar baginya,”Antah bilo lah kadapek piti sabanyak nan dibutuhkan si Hasan tu,”ucap Ardi dengan nada lirih mengingat kebutuhan kelanjutan sekolah anaknya itu.

Sebab untuk kebutuhan hidup harian dengan lima orang anak-anaknya yang juga masih sekolah, Ardi kehabisan akal  mencari sumber dana. Upah Rp 60 ribu perhari tak bakal cukup untuk membayar uang untuk daftar ulang bagi anaknya yang ditenggat hingga 23 Maret ini.

“Alhamdulillah, Hasan Lulus disekolah Penerbangan katanya. Saya sangat bangga sebagai orang tua, namun apa daya saya yang tak sanggup membiayainya. Menurut Hasan pendaftaran ulang mulai tanggal 28 Februari hingga 23 maret ini, jika tidak mendaftar ulang posisinya akan digantikan siswa cadangan,”pungkas Kancia sembari terus berdoa dan berharap ada bantuan biaya.

Ingin Tetap Sekolah, Harapan Hasan Diujung Tanduk

Seperti diberitakan koran lokal Sumbar, Padang Ekspres sebelumnya, Hasan, anak juara dari keluarga kurang mampu yang terkendala biaya
untuk melanjutkan pendidikan,makin diujung tanduk. Butuh biaya belasan juta, donasi yang terkumpul baru sekitar Rp 800 ribu.

Waktu yang tinggal tiga hari lagi sebelum batas akhir pendaftaran ulang 23 Maret ini,anak miskin ini tetap berharap bisa melanjutkan sekolah.
“Selain berharap bantuan dari para dermawan yang peduli pendidikan, kita juga berharap keringanan biaya pendaftaran ulang dari sekolah yang
jadi tujuan Hasan ini,”tambah Nofrizal lagi.

Sementara sejumlah warga dan tokoh masyarakat menyarankan untuk menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah daerah melalui Badan Amil Zakat Nasional
(Baznas).”Mudah-mudahan jika disampaikan ke Baznas akan mendapatkan respon positif dan memberikan bantuan sesuai kemampuan Baznas melalui prosedur dan aturan yang ada,”harap Budi Febriandi salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, kemarin.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Limapuluh Kota Desembri Chaniago saat coba dihubungi Newsumbar, Selasa sore, meminta ditulis surat
permohonan ke Baznas dan bukti  lulus di sekolah yang dituju,”Tentunya Baznas akan memberikan bantuan sesuai kemampuan yang ada. Kita berharap para donatur tetap menyalurkan donasinya,”harap Desembri Chanigo.

Tak tau harus berbuat apa untuk bisa tetap sekolah, Hasan hanya bisa pasrah dan menunggu uluran tangan. Sangat ingin untuk tetap sekolah
dan menjadi lebih baik dimasa depan, anak sulung dari keluarga kurang mampu ini hanya mampu berdoa agar tetap sekolah.

“Awak iyo taragak sikola pak, tapi ndak mungkin rasonyo do. Dima apak jo amak ka dapek piti sabanyak itu(Saya memang ingin bersekolah, tapi diaman orang tua akan bisa dapatkan uang sebanyak itu),”ungkap Hasan lirih memendam cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan dan untuk masa depan yang lebih baik. ( Arya )

loading...

Leave a Reply