Beranda Ekonomi Harga TBS Redah, DPRD Panggil Pimpinan Pabrik Kelapa Sawit Se-Pasaman Barat

Harga TBS Redah, DPRD Panggil Pimpinan Pabrik Kelapa Sawit Se-Pasaman Barat

123
0
BERBAGI

Pasbar | Newsumbar.com – Sebulan terakhir masyarakat Pasaman Barat( Pasbar) Sumatera Barat menjerit terkait rendahkan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit sehingga menimbulkan keresahan di tingkat petani, khususnya petani Non Plasma.

Menyikapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Pasaman Barat melakukan Rapat gabungan Komisi-komisi DPRD dengan Pemerintah Daerah Pasaman Barat, Pimpinan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se-Pasaman Barat, APKASINDO, Petani Kelapa Sawit dan Suvliyer TBS Kelapa Sawit, serta melibatkan Ormas Pekat-IB Pasbar dan LSM Wanpel di Aula DPRD Pasbar, Kamis (26/7)

Rapat Gabungan ini membahas tentang harga TBS non Plasma di Pasbar yang mengalami penurunan hingga Rp. 300,- yang di anggap tidak logis dan tidak masuk akal, satu bulan terakhir para PKS membeli TBS di kisaran Harga Rp. 1.400 an per kilogram , Namun saat ini dikisaran Harga Rp. 1.100,- an per kilogramnya.

Katua DPRD Pasbar H. Daliyus K, yang di wawancari lansung menilai harga TBS yang di beli oleh para PKS di Pasbar ini tidaklah wajar dan menganggap harga saat ini sangatlah rendah jika berpatokan dengan rendemen.

“Dari data, jika rendemen saat ini 18% , Seharusnya harga TBS dikisaran Harga Rp. 1400 an, tapi faktanya saat ini harga di kisaran Rp. 1.100 dan ada juga Rp. 1.050 an,” tegas Daliyus.

Ia juga mempertanyakan kenapa PKS di Pasbar membeli dengan harga TBS begitu rendah, Sehingga sangat merugikan para petani sawit.

“Ini ada apa, Kita ingin kejelasan, kenapa harga begitu rendah sehingga para petani sawit menjerit,” Ujarnya.

ia juga menyampaikan seluruh PKS yang ada di Pasaman Barat ini wajib mematuhi harga TBS yang sudah ditetapkan oleh Tim penetapan harga TBS Kepala Sawit Provinsi Sumatera Barat, jika perusahaan tidak mematuhi segala ketentuan akan kita bentuk Pansus DPRD untuk menindak.

Sejalan dengan itu, Irwan Asisten II Pemda Pasbar mengatakan, pihak PKS membeli sawit masyarakat dengan harga Rp.1400 an, Numun faktanya jauh dibawah itu, sehingga masyarakat ini menjerit.

“Kita berharap kepada PKS agar ini didengarkan dan ini jadi masukan. Besok harga sawit harus naik, sementara rendemen masyarakat 18 % ,” katanya.

Ditempat yang sama, H. Anwir Dt. Bandaro yang merupkan Ketua Komisi I juga meminta kepada pihak-pihak yang menetapkan harga TBS di Pasbar untuk menjelaskan terkait harga yang dinilai sangat rendah sehingga para petani sawit merugi.

” Jelaskan saja kenapa harga sawit turun, apa alasannya sehingga harga TBS di PKS begitu rendah, Tolong Berikan Jawabannya ,” Tegasnya dengan suara lantang di hadapan para utusan PKS Se Pasbar pada saat rapat berlansung.

Senada dengan itu, Muhammad Umar yang juga Anggota DPRD meminta, agar Pemda Pasbar segera dalam jangka waktu pendek membentuk Tim penetapan harga, serta secepatnya merampungkan Perda tentang harga TBS.

“Setelah rapat ini, kita meminta PKS harus menaikkan harga TBS sesuai dengan dengan aturan,” pinta Umar.

Menanggapi terkait kejelasan Harga TBS turun, salah seorang utusan PKS yang hadir menyampaikan rendahnya harga beli TBS disebabkan harga CPO dunia turun, sehingga pihak PKS tidak bisa membeli dengan harga tinggi. ” kenapa kami menurunkan harga, itu terjadi mengikut harga CPO dunia yang turun” Ujarnya. (ade)

loading...

Leave a Reply