Beranda Ekonomi Di Painan, Sembilan Pasar Tradisional Akan Dikembangkan Menjadi Semi Modern

Di Painan, Sembilan Pasar Tradisional Akan Dikembangkan Menjadi Semi Modern

61
0
BERBAGI

Painan – Pasar tradisional yang merupakan pusat kekuatan ekonomi masyarakat di daerah dan nagari, perlu terus dikembangkan. Upaya itu juga dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) agar masyarakat dan pelaku ekonomi merasa nyaman dalam bertransaksi.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kenyaman itu adalah melalui peningkatan dan pengembangan berbagai sarana dan prasarana, agar pasar tradisional yang ada berkembang menjadi pasar semi modern.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pessel, Erizon kepada mengatakan pada Kamis (13/7) bahwa di daerah itu terdapat sembilan pasar tradisional yang akan dikembangkan menjadi pasar semi modern.

Dari sembilan pasar itu, tiga lainya akan dijadikan pula sebagai pusat grosir pangsa pasar bagi provinsi tetangga yakni untuk Kabupaten Muko Muko Provisi Bengkulu dan Kerinci Provinsi Jambi.

” Sembilan pasar yang tengah dipersiapkan menjadi pasar semi modern itu diantaranya, Pasar Lunang Silaut, Pasar Indrapura, Pasar Air Haji, Pasar Balai Selasa, Pasar Surantiah, Pasar Batang Kapas, Pasar Sago, Pasar Asam Kumbang, dan Pasar Tarusan,” katanya.

Dijelaskanya bahwa sembilan pasar yang tersebar di sembilan kecamatan itu telah dalam proses menjadi pasar semi modern, sesuai dengan amanah Peraturan daerah (Perda) 08 tahun 2010 tentang RPJP 2005 – 2025.

” Jadi ini sudah menjadi target. Pemerintah telah melakukan sejumlah pembenahan di pasar yang dijadikan sebagai pasar semi modern. Pasar semacam itu ditandai dengan fasilitas dan manajemen pasar modern yang bisa membuat para pelaku ekonomi nyaman berdagang atau bertransaksi,” ujarnya.

Ditambahjkan lagi bahwa untuk mendukung kelancaran pengembangan dan pembangunan Pemda Pessel juga tengah melakukan penataan dan memperluas kawasan pasar.

” Beberapa pasar yang sudah dilakukan perluasan diantaranya, Pasar Air Haji, Pasar Inderapura dan terakhir Pasar Asam Kumbang. Pasar semi modren itu didesain mampu melayani kebutuhan pasar lokal dan para pengguna jalan Lintas Barat Sumatera. Seluruh kebutuhan masyarakat ada disini, termasuk pelayanan yang sesuai dengan pasar semi modern,” ungkapnya.

Sedangkan tiga pasar yang akan dijadikan sebagai pusat grosir di Pessel adalah Pasar Kambang, Pasar Tapan dan Pasar Baru Bayang.

” Tiga pasar dimaksud, sekarang telah hampir memenuhi sarat sebagai pusat grosir di Pessel,” akunya.

Semnatara itu Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Pessel, Azral ketika dihubungi mengatakan bahwa daerah itu memang terus berupaya meningkatkan berbagai sarana pasar-pasar tradisional yang ada.

” Secara bertahap daerah ini terus meningkatkan berbagai sarana pasar-pasar tradisional. Ini dilakukan agar kenyamanan pengunjung benar-benar tercapai. Hal lain yang juga ingin dicapai adalah,” katanya.

Dijelaskanya bahwa memasuki tahun 2017 ini, pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui APBD dan APBN, telah mengalokasikan pula anggaran sebesar Rp 16, 2 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi pasar-pasar tradisional.

” Anggaran sebesar itu, diantaranya yang bersumber dari APBN sebesar Rp 6 miliar yang pengalokasianya digunakan untuk pembangunan Pasar kambang di Kecamatan Lengayang. Pembangunanya juga didampingi oleh anggaran yang bersumber dari APBD sebesar Rp 3 miliar,” katanya.

Dia berharap melalui alokasi itu, secara bertahap pasar tradisional atau pasar rakyat yang terbesar di beberapa kecamatan di Pessel, bisa memberikan kenyamanan bagi para pengujungnya.

” Sebab Pessel memang mentargetkan semua pasar tradisional yang berada di pusat kecamatan, bisa memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI),” katanya.

Disampaikanya bahwa tahun 2017 ini, Pessel mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan pasar tradisional sebesar Rp 16,2 miliar. Walau melalui anggaran sebesar itu belum bisa menyentuh semua pasar rakyat yang tersebar di 15 kecamatan yang ada.

” Namun dengan dilakukanya penganggaran secara berkesinambungan setiap tahun, maka semua pasar utama di 15 kecamatan yang ada akan bisa mencapai standar SNI,” harapnya.

Dijelaskanya bahwa anggaran sebesar Rp 16,2 miliar itu selain digunakan untuk pembangunan pasar Kambang di Kecamatan Lengayang, juga dialokasikan untuk pembangunan Pasar Koto Barapak di Kecamatan Bayang sebesar Rp 3 miliar, pasar Inpres Painan Rp 850 juta, dan Pasar Tapan sebesar Rp 1,9 miliar pula.

Khusus pasar Tapan yang terdapat di Kecamatan Basa Ampek Balai, memang tengah dipersiapkan untuk menjadi Kota Satelit.

Agar memiliki standar yang layak menurut SNI, sehingga pembangunanya dilakukan secara bertahap.

” Total anggaran yang direncanakan sebesar Rp 7 miliar, dimana pada tahap awal yang dimulai tahun ini sebesar Rp 1,9 miliar,” timpalnya. (ay/humas pessel)

Leave a Reply