Beranda Advertorial Ciptakan Terobosan Baru, KAN Sungai Rimbang Lahirkan Per-KAN Untuk Nagari.

Ciptakan Terobosan Baru, KAN Sungai Rimbang Lahirkan Per-KAN Untuk Nagari.

42
0
BERBAGI
Ketua KAN Sungai Rimbang Wendi Chandra Datuak Marajo

LIMAPULUH KOTA – Terobosan baru yang diciptakan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sungai Rimbang Kecamatan Suliki Kabupaten Limapuluh Kota Propinsi Sumatera Barat Lahirkan Per-KAN (Peraturan Kerapatan Adat NAgari) patut diacungkan jempol, dimana, dalam peraturan tersebut dalam berkehidupan bermasyarakat tentunya sebagai acuan untuk melindungi serta mengantisipasi Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta penyakit masyarakat lainnya. Hal itu dikatakan Ketua KAN Sungai Rimbang Wendi Chandra Datuak Marajo kepada awak media, di Payakumbuh, Jumat (14/7).

Peraturan tersebut sudah dituangkan dalam berbentuk Per-KAN (Peraturan Kerapatan Adat Nagari). Peraturan itu dibuat atas masukan dari niniak mamak, alim ulama dan bundo kanduang serta organisasi kepemudaan untuk mencegah perbuatan-perbuatan yang melanggar norma adat serta agama ditengah masyarakat. Ia mengaku peraturan tersebut telah disosialisasikan kepada seluruh masyarakat melalui Niniak Mamak, Wali Nagari, Kepala Jorong dan organisasi kepemudaan di Nagarinya.

“Berawal dari masukan para pemangku adat per-KAN ini lahir. Alhamdulillah sosialisasi dan pengenalan peraturan itu berjalan baik dan dapat diterima oleh masyarakat khususnya Nagari Sungai Rimbang,” katanya.

Menurutnya, norma-norma adat itu sudah ada sebelumnya ditengah masyarakat, namun masih banyak yang tidak tahu. KAN sebagai lembaga adat Minangkabau ditingkat nagari yang bertugas sebagai penjaga dan pelestari adat dan budaya terus menumbuh kembangkan aturan adat yang sudah ada.

“Banyak yang tidak tahu, sehingga KAN berinisiatif membuat sebuah aturan untuk membentengi anak kemanakan agar tidak terkontaminasi oleh budaya yang tidak sesuai dengan Adat basandi syarak, Syarak bersandi Khitabullah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, batas waktu yang diberikan Polres Limapuluh Kota untuk pagelaran hiburan kenduri atau sejenisnya sampai pukul 18.00 adalah hal yang tepat. Perkelahian disaat pagelaran hiburan juga menjadi poin penting yang musti diperhatikan. untuk mengadakan perayaan pesta perkawinan dan hiburan masyakat diperbolehkan mengadakan hiburan dengan alat tradisonal maupun moderen. Namun, tidak diperbolehkan hiburan yang menyesatkan, bernuansa erotis dan perjudian. .

“Aturan dalam mengadakan hiburan itu sudah tertulis di Per-KAN bagian kelima pasal 19 tentang Adat acara hiburan. Semoga peraturan ini mampu membangkitkan kembali kesadaran dalam memahami adat secara utuh,” pungkas Datuak Marajo. (ay)

Sumber : Minagkabaunews.com

Leave a Reply