Beranda Advertorial Cerita Walbi, Cara Raudhatul Jannah Mendidik, From Zero To Hero

Cerita Walbi, Cara Raudhatul Jannah Mendidik, From Zero To Hero

8
0
BERBAGI

Payakumbuh, newsumbar.com — Walbi namanya, anak pertama dari buah cinta Rony Satria dan Iswallya Yanzril. Sewaktu kecil dia termasuk anak yang usil, ribut dikelas, dan mengganggu teman yang sedang belajar. Maka sudah sering pulalah Walbi ditegur dan dinasehati oleh guru. Bukannya membaik, perangai usil walbi tetap begitu bahkan semakin bertambah. Alhasil disuatu hari ia dilempar oleh gurunya karena keusilannya.

Namanya juga anak kecil walau salah masih merasa benar, waktu itu Walbi masih duduk di kelas 1 SD, ia mengadukan kekerasan gurunya itu kepada orang tuanya. Tak ingin memperkeruh suasana, orangtua Walbi dengan bijaksana memindahkan buah hati dari sekolah negri menuju ke sekolah Swasta yang bernama SD Islam Raudhatul Jannah (SD I RJ).

Loading...

Setelah masuk di SD I RJ, Walbi masih tetap usil. Pun begitu Ia mulai menunjukan prestasi di bidang akademik. Terbukti pada saat sekolah di SD I RJ Walbi selalu masuk dalam peringkat 5 besar dikelasnya. Melihat perkembangan anaknya yang sudah terlihat, Welly selaku Ibunda memutuskan sang anak untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di SMP Islam Raudhatul Jannah (SMP I RJ).

Pada saat di SMP, Walbi masih saja menjadi siswa yang ribut dan malas mengerjakan tugas. Walaupun begitu Ia masih saja mampu mengikuti aturan-aturan yang diberlakukan oleh SMP I RJ. Bahkan ia menduduki kelas Bilingual, kelas yang diidam-idamkan semua pihak. Berlanjut, pada saat pemilihan sekolah menengah atas, Walbi memilih SMA Islam Boarding School Raudhatul Jannah (SMA IBS RJ).

Pada saat SMA inilah Walbi sangat terlihat perubahannya secara signifikan, walau pun terkenal usil sejak SD namun pada saat usia yang rawan ini ia mampu mengontrol dirinya sehingga tak terjerumus dalam lembah hitam sebagaimana sebagian anak SMA masa kini.

Bakatnya pun sudah mulai terlihat dan diasah dengan baik oleh SMA IBS RJ. Puncaknya adalah ketika Walbi terpilih sebagai ketua Osis pada tahun 2018 dan menjadi anggota PASKIBRAKA Kota Payakumbuh.

Semakin hari ia perlahan menuju ke arah yang lebih baik, dan menjadi leader disekolah unggulan di Kota Payakumbuh. Beberapa hari kemarin, terdengar kabar Walbi lulus di Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN). Sebuah pendidikan tinggi kedinasan di bawah Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kelulusan Walbi di PKN STAN, bukan hanya kebahagiaan orangtuanya namun juga SMA IBS RJ dan kota Payakumbuh. Karena konon kabarnya hingga rilis ini ditulis, bahwa informasi yang didapat Walbi menjadi satu-satunya yang berasal dari murid sekolah kota Payakumbuh.

Walbi Saat diwawancarai mengatakan, selain orangtua ucapan terima kasih yang paling layak aku haturkan ialah kepada Yayasan Pendidikan Islam Raudhatul Jannah (YPI RJ). Hampir 12 tahun aku bersekolah disana mulai dari SD hingga SMA.

“YPI RJ memang sekolah yang benar-benar luar biasa. Perhatiannya kepada muridnya sungguh-sungguh, malah terkadang aku berpikir bahwa yang sekolah itu adalah mereka. Apalagi terkait pengembangan potensi, mereka mampu mengarahkan tanpa memaksa bakat apa yang hendak diasah. Dengan sabar, tekun, ikhlas mereka lakukan itu semua untuk murid-muridnya, termasuk aku,” ujarnya.

Lebih lanjut Walbi mengatakan, dari segi pembinaan karakter YPI RJ sungguh sangat hebat, tanpa kekerasan, tanpa ancaman mereka berhasil membangun karakter Islami dihati masing-masing muridnya. Yang pada zaman ini sekolah seperti ini sangat susah untuk dicari.

Sementara, Rezi Ade Irwan selaku kepala sekolah SMA IBS RJ, menyampaikan kata selamat kepada Walbi yang sungguh luar biasa, semoga nantinya mengabdi untuk agama Islam, Nusa dan Bangsa. Terkait masalah pembinaan karakter dan pengembangan potensi.

“Kami dari SMA IBS RJ, melakukan program student center semua pembelajaran itu kami pusatkan kepada objek yaitu murid. Dan Alhamdulillah sampai saat ini, loncatan prestasi telah dihasikan murid-murid baik provinsi maupun Nasional. Program yang kami buat ini, kami sinkronisasikan dengan metode pembelajaran Abad 21 dan Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya. (Jnd)

loading...

Leave a Reply