Beranda Advertorial 91 TAHUN SUMPAH PEMUDA BERSAMA MOELDOKO

91 TAHUN SUMPAH PEMUDA BERSAMA MOELDOKO

36
0
BERBAGI


Merawat Bhineka Dari Dharmasraya

Loading...

Dharmasraya, Newsumbar.com
Pesawat Nam Air dengan nomor penerbangan IN 092 mendarat mulus di Bandara Muaro Bungo, Jambi, Minggu (27/10) sore. Pesawat berpenumpang 120 orang ini, take off dari Terminal II Bandara Soekarno Hatta.

“Selamat datang di Muaro Bungo, pak Jendral. Inilah perbatasan Jambi dan Sumbar,” kata Bupati Dharmasraya Sutan Riska, yang menyambut kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI Purn Moeldoko.

Selain Sutan, ikut menyambut kedatangan rombongan Kastaf Moeldoko, Bupati Bungo, Muspida Dharmasraya dan Muspida Bungo.

Moeldoko hadir ke Dharmasraya, dalam memperingati 91 tahun Sumpah Pemuda dan mengikuti beberapa agenda lainnya. Diantaranya, bersilaturrahmi dengan ribuan masyarakat tani serta pelepasan ikan lubuk larangan di Kampung Surau, Pulau Punjung.

“Dharmasraya ini, potensial untuk pengelolaan sektor pertanian. Kita bisa main di jagung, di beras juga. Di pangan,” kata mantan panglima TNI yang dikenal sukses membina dan memoderenisasi pertanian di banyak wilayah di Tanah Air itu.

Bertepat dengan Peringatan Sumpah Pemuda ke-91, Doktor Moeldoko juga memuji semangat kebhinekaan masyarakat Dharmasraya. “Hari ini, menarik, ribuan orang hadir upacara peringatan Sumpah Pemuda. Hebatnya, memakai pakaian adat nusantara, budaya nusantara,” sebut Moeldoko.

Hakikatnya kata orang dekat Presiden Joko Widodo itu, simbol pakaian nusantara merupakan warisan budaya Indonesia yang perlu dijaga. “Jangan digeser-geser budaya Indonesia ini, sebab kita beragam, kita berbeda namun utuh oleh bhineka,” tegas Moeldoko.

Keberagaman ini, kata Moeldoko mesti dirawat dan dijaga selalu. “Indonesia masih diancam praktik intoleran, radikalisme dan terorisme. Anak-anak muda mesti andil bersama negara, dalam melakukan penangkalan,” ucapnya.

SEMANGATI PETANI

Seharian di Dharmasraya, Jendral Purn Moeldoko juga menyemangati ribuan petani dari penjuru nagari di Dharmasraya, untuk tidak takut bermimpi kaya. “Saya lahir dari keluarga petani, selepas jadi Panglima TNI, saya konsentrasi bertani,” katanya.

Dikatakan Moeldoko, petani bisa kaya raya kalau sektor pertanian benar-benar dikelola dengan baik. “Ada beberapa tekhnologi Moeldoko yang saya sudah coba di Jawa dan daerah lain. Produksinya berlimpah. Sukses. Nanti bisa jadi, Tekhnologi Moeldoko ini kita coba juga di Dharmasraya,” akunya disambut riuh tepuk tangan.

IKAN LARANGAN

Untuk mengikis kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja di Dharmasraya, Bupati Sutan Riska saat ini juga konsen membina Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

Seharin di Dharmasraya, Bupati Sutan Riska, sengaja membawa Moeldoko meninjau kawasan ikan larangan di Kampung Surau. “Ada 10an ton ikan di dalam sungai ini yang dipelihara warga bersama-sama dan hari ini, kita panen,” imbuh Sutan Riska.

Moeldoko sangat menikmati perjalanan di Dharmasraya. Bahkan, rombongan juga disuguhi dengan kelapa muda dan pemandangan kawasan pertanian di Sitiung I. Kawasan ini diharap jadi agrowisata kelak. (*)

loading...

Leave a Reply